ALIANSI KB04 KITA ADALAH SAUDARA.

ALIANSI KB04 KITA ADALAH SAUDARA.
HIDUP KB04!!!!!!

Minggu, 29 Juni 2014

PENERANGAN DAN ATAP OTOMATIS PADA RUMAH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Oke gan, kali ini ane mau mengupload PI cewe ane gan, tentang PENERANGAN DAN ATAP OTOMATIS PADA RUMAH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535, ane mengupload dengan cuma-cuma berniat saling membantu satu sama lain seperti biasa. Ane juga merasakan hal seperti agan yang bingung saat deadline PI atau SKRIPSI belum selesai.
Langsung aja ini gan :
ABSTRAKSI


Dwi Hartini, 22110187
PENERANGAN DAN ATAP OTOMATIS PADA RUMAH BERBASIS MIKROKONTROLER  ATMEGA8535
PI. Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2013

Kata Kunci : ATMega8535, Sensor, Motor DC, Led
(xii + 32 + Lampiran)

            Mikrokontroler merupakan bagian dari komponen elektronika yang memiliki kemampuan untuk melakukan analisa logika digital yang diberikan dalam bentuk sintaks program. Banyak peralatan yang menggunakan mikrokontroler, salah satunya  penggunaan mikrokontroler ATMega8535 yang digunakan pada sistem penerangan dan atap rumah otomatis. Konsep kerja perancangan dan pembuatan rangkaian penerangan dan atap otomatis ini, menggunakan sensor sebagai alat pendeteksinya. Sensor yang diguanakan adalah sensor air dan sensor cahaya berupa LDR (Ligth Dependent Resistor). Sensor air mempengaruhi sistem kerja atap rumah otomatis, atap akan menutup secara otomatis jika sensor air terkena air dan atap akan membuka secara otomatis jika sensor air tidak terkena air. Pada alat ini juga menggunakan switch, yang berguna untuk menghentikan pergerakan motr DC yang digunakan untuk atap rumah. Sedangkan sensor cahaya mempengaruhi sistem penerangan rumah yang menggunakan led sebagai outputnya, led akan menyala secara otomatis pada saat sensor tidak terkena cahaya dan led akan mati secara otomatis saat sensor mendapat inputan cahaya. 



Daftar Pustaka (1987-2012)
  
 
Nih gan ane ektrak 1 file tinggal download aje,,sedot udeh sedot :D
oia kalo udah di download password ektraknya persija1928 ,,ane suka Persija gan soalnya...

 
PERHATIAN :
kalo agan ingin bertanya silakan tanya gan,,coment atau hubungi saya dengan sopan iee??
dilarang duplikat HAK CIPTA dilindungi.
sekian semoga bermanfaat :)
 

PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 DENGAN SIRKULASI UDARA


Oke gan, kali ini ane mau mengupload PI ane tentang  PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 DENGAN SIRKULASI UDARA, ane mengupload dengan cuma-cuma berniat saling membantu satu sama lain. Ane juga merasakan hal seperti agan yang bingung saat deadline PI atau SKRIPSI belum selesai.
Langsung aja ini gan :

ABSTRAKSI

Dimas Bangkit Wirkayantama, 22110027
PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 DENGAN SIRKULASI UDARA
PI. Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2013.
Kata Kunci : Buzzer, Fan, Mikrokontroler, Sensor Gas.
(xi + 27 + lampiran)

Telah dibuatPendeteksi Kebocoran Gas LPG Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535 Dengan Sirkulasi Udara”.  Alat ini berguna untuk mendeteksi kebocoran gas pada tabung LPG secara otomatis, agar mengurangi dampak kebakaran dan kecelakaan yang disebabkan oleh kebocoran dan meledaknya tabung gas LPG. Perancangan alat ini dimulai dengan membuat diagram blok untuk mengetahui proses-proses yang sesuai dengan fungsi rangkaian, kemudian perancangan secara rinci dan pengisian program kedalam mikrokontroler. Dari hasil uji coba, alat ini dapat berfungsi dengan baik dalam mendeteksi gas LPG ditandai dengan indikator buzzer yang mengindikasikan bahwa ada kebocoran gas, dan fan untuk mengsiklus keluar masuknya udara dari dalam ruangan ke luar ruangan. Sehingga dengan alat ini dapat mengurangin dampak kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran pada tabung gas LPG.


Daftar Pustaka (2007-2012)


kalo mau lebih jelasnya tinggal sedot aja gan dibawah ini :D

PERHATIAN :
kalo agan ingin bertanya silakan tanya gan,,coment atau hubungi saya dengan sopan iee??
dilarang duplikat HAK CIPTA dilindungi.
sekian semoga bermanfaat :)

Senin, 16 Juni 2014

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Sejarah TIMNAS INDONESIA di Piala Dunia 1938 Perancis’

Indonesia, di bawah bendera kolonial Belanda, pernah ikut berpartisipasi dalam pertandingan sepakbola terakbar sejagat yaitu di Piala Dunia 1938 di Prancis. Meskipun Hindia-Belanda kini sudah merdeka dan berganti nama menjadi Indonesia, menurut aturan Badan Sepakbola Dunia (FIFA), Indonesia tetap menyandang rekor negara pendahulu, dalam hal ini Hindia-Belanda. Oleh sebab itu Indonesia tercatat oleh FIFA sebagai negara Asia pertama, dan sejauh ini satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia.
Keputusan FIFA menyelenggarakan Piala Dunia 1938 di Prancis mendatangkan kemarahan negara-negara Amerika Selatan, karena mereka mengira FIFA akan terus menyelenggarakan Piala Dunia di kedua benua secara bergantian. Keputusan ini berujung pada pengunduran diri Argentina dan Uruguay, diikuti negara-negara lain. Alhasil peserta kualifikasi pun menjadi sedikit, dan bagi beberapa negara ini menjadi sebuah keberuntungan, karena mereka dengan mudah masuk Piala Dunia tanpa melawan siapa pun. Indonesia, dengan nama Nederlands-Indië (Hindia-Belanda) pun mengalami keberuntungan serupa. Mereka yang dijadwalkan bermain melawan Jepang di Grup 12 pun dapat melenggang bebas ke Prancis, karena Jepang mengundurkan diri.
Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau Organisasi Sepakbola Hindia-Belanda di Batavia bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia) yang telah berdiri 19 April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan. NIVU dan PSSI kemudian membuat kesepakatan pada 5 Januari 1937, salah satu butirnya yakni dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia atau semacam seleksi tim. Namun, NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya.
Konon, NIVU melakukannya karena tak mau kehilangan muka, karena PSSI masa itu memiliki tim yang kuat, termasuk kipernya yaitu R. Maladi. Hal ini membuat Soeratin sangat marah dan PSSI lantas membatalkan secara sepihak perjanjian dengan NIVU saat Kongres PSSI di Solo pada 1938. Andai saja Tim PSSI yang berangkat, mungkin mereka akan bertanding mewakili Indonesia, dan bukan Hindia-Belanda. Namun apa boleh buat, kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.
Ditangani pelatih Johannes van Mastenbroek, pemain kesebelasan Hindia-Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. Sulit untuk mengetahui secara pasti daftar susunan pemain Hindia-Belanda yang ikut bertanding, mengingat ketika itu Tim Hindia-Belanda hanya melakukan satu kali pertandingan dan juga minimnya pencatatan informasi pada masa itu, namun yang resmi tercatat oleh FIFA adalah sebagai berikut: Mo Heng Tan (penjaga gawang), Achmad Nawir (kapten), Hong Djien Tan, Frans Meeng, Tjaak Pattiwael, Hans Taihuttu, Suvarte Soedarmadji, Anwar Sutan, Henk Sommers, Frans Hukon, dan Jack Samuels, sedangkan di bangku cadangan adalah: J. Harting (penjaga gawang), Mo Heng Bing, Dorst, Teilherber, G. Faulhaber, R. Telwe, See Han Tan, dan G. Van den Burgh. Melihat dari nama-namanya, tentu kita patut berbangga, karena selain orang-orang Belanda, orang Jawa, Ambon, Tionghoa dan pribumi lainnya pun diikutserakan dalam skuad.
Mereka berangkat pada tanggal 18 Maret 1938 menggunakan Kapal MS Johan van Oldenbarnevelt dari Tandjong Priok, Batavia menuju Belanda. Tim Hindia-Belanda pun akhirnya tiba di Pelabuhan Rotterdam setelah terombang-ambing oleh badai petir selama 3 bulan. Untuk memulihkan kondisi fisik dan mental, mereka melakukan beberapa pertandingan ujicoba. Surat kabar Sin Po – yang uniknya selalu menyebut Tim NIVU dengan sebutan “Team Indonesia” – secara kontinyu melaporkan perjalanan NIVU ke Eropa. Sin Po edisi 26 Mei 1938 memberitakan van Bommel dari NIVU telah menghadap Menteri Urusan Tanah Jajahan yang akan menerima Tim Indonesia pada 31 Mei. Sin Po 27 Mei 1938 memberitakan hasil pertandingan Indonesia melawan HBS, skor 2-2. Edisi 28 Mei 1938, dilaporkan bahwa Mo Heng (kiper) cedera sehingga diragukan bisa tampil di Prancis, juga bahwa Tim Indonesia menyaksikan pertandingan Liga Belanda antara Heracles melawan Feyenoord. Sin Po 2 Juni 1938 mewartakan, Indonesia menang atas klub Haarlem dengan skor 5-3. Mereka bermain dengan formasi 2-2-6, sebuah strategi yang berorientasi menyerang. Strategi inilah yang telah mereka siapkan untuk melawan Hongaria, lawan pertama mereka, yang begitu dijagokan di Piala Dunia ini. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Paris dengan kereta api diiringi oleh yel-yel dari sekelompok suporter, antara lain nyanyian “Kora kora, nee” yang mirip dengan nyanyian “Olé, olé, olé” yang populer sekarang ini.


5 Juni 1938, pukul 17.00 waktu setempat, tibalah saatnya pertandingan antara Hongaria dan Hindia-Belanda. Pertandingan berlangsung di Vélodrome Municipal di kota Reims, 129 km dari Paris, dihadiri oleh sekitar 9000 penonton dan wartawan dari 27 negara berbeda. Konon, sebelum kickoff, para pemain Hindia-Belanda lupa melakukan kegiatan ritual mereka, seperti Mo sang kiper yang lupa menepuk-nepuk kedua tiang gawang, dan si midfielder kidal “Boedie,” yang melupakan kebiasaannya membulat-bulatkan rumput lapangan dengan jarinya terus menerus sampai berair, dan menghirupnya.
Mereka pun bermain dengan formasi menyerang 2-2-6, namun tak bisa berbuat banyak. Baru 13 menit permainan berjalan, gawang Mo Heng sudah berhasil dibobol penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Disusul gol-gol lainnya di menit 15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0, namun dua gol lagi berhasil disarangkan pemain Hongaria ke gawang Hindia-Belanda yang menjadikan skor akhir 6-0. Sayangnya, ketika itu Piala Dunia menggunakan format knockout, dimana tim yang kalah otomatis tersingkir. Piala Dunia tahun 1938 merupakan Piala Dunia terakhir menggunakan format ini. Andaikan saja menggunakan format grup, pastinya lebih banyak pertandingan yang dimainkan oleh Tim Hindia-Belanda, dan lebih besar kemungkinan menjadi juara grup, atau setidaknya memenangkan satu match saja. Alhasil, perjuangan Tim Hindia-Belanda berakhir begitu saja setelah digilas 6-0 oleh Hongaria, tim tangguh yang akhirnya menjadi Juara 2 setelah kalah 4-2 oleh Italia. Meskipun demikian, surat kabar Prancis Le Figaro memuji semangat juang kesebelasan Hindia-Belanda, The Sunday Times memuji fairplay mereka, dan pada edisi 7 Juni 1938, Sin Po menampilkan headline nan heroik: “Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah.
Foto di atas diabadikan saat kedua tim, Hongaria dan Hindia-Belanda mendengarkan lagu kebangsaan mereka masing-masing. Tentunya saat itu bukan Indonesia Raya yang diperdengarkan, melainkan lagu kebangsaan Belanda yaitu “Het Wilhelmus.” Jika Anda perhatikan Mo Heng sang penjaga gawang, ia sedang menggendong sebuah boneka. Saya pertama kali mengira boneka itu nantinya diberikan kepada Tim Hongaria sebagai tukar-menukar suvenir, seperti pada pertandingan-pertandingan sepakbola yang kita saksikan di televisi selama ini, tetapi ternyata tidak. Di dalam buku “La grande histoire de la coupe du monde” dijelaskan bahwa boneka India yang digendong oleh Mo Heng nantinya akan digantung di jala gawang sebagai jimat. Namun apa daya, boneka itu digetarkan enam kali sepanjang pertandingan dan menjadikannya rekor satu-satunya keikutsertaan Indonesia di Piala Dunia.

sumber : https://stay4liv.wordpress.com/tag/sejarah-timnas-indonesia-di-piala-dunia-1938-perancis/

Kenapa Militer Indonesia ditakuti: Karena punya pasukan Para Komando Terbesar ke-4 di Dunia

image
Indonesia adalah sedikit dari negara di Dunia yang memiliki banyak unit pasukan berkualifikasi para-komando yang siap tempur darat-laut-udara. Bandingkan dengan Malaysia (contoh) yang dalam 1 angkatan hanya punya 1 special force. Lha emang di Indonesia punya berapa? banyak mas bro.
Ambil contoh Angkatan Laut, yang punya komando khusus, detasemen khusus dan Batalyon Hantu Laut yang semuanya setara Navy Seal US. Hebatnya lagi semua dalam kondisi fisik siap siaga perang, berat badan melar langsung dilorot ke kesatuan.
Berikut adalah 4 Komando pasukan special force TNI yang siaga tempur. Yang dibahas cuma Unit Komando, tidak termasuk unit Detasemen dan Batalyon yang bersifat siaga tempur dan sangat rahasia.
1. KostrAD Komando Strategis Angkatan Darat.
Komando ini punya dua markas, di Jakarta dan Malang. Kostrad bisa disebut ranger-nya TNI.
image
2. Kopassus
Moto:  Tribuana Chandraca Satya
Dharma (Berani Benar Berhasil)
Ini adalah pasukan para komando yang paling banyak terlibat pertempuran di Asia. Mulai dari menghadapi bangsa Asing sampai pemberontakan di dalam negeri.
Kopassus juga menjadi role model bagi banyak tentara khusus di Asean. Berapa total jumlah personelnya? sangat dirahasiakan.
3. Kopaska
Moto: Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi)
image
Pasukan yang kualifikasinya setara dengan Navy Seal US. Bahkan di beberapa kali latihan bersama, Navy Seal US kewalahan mengimbangi ketahanan fisik pasukan katak TNI.
Perekrutan:
1. Anggota TNI AL (kecuali Korps Marinir)
2. Berdinas minimum 2 thn di KRI/Kapal Perang
RI/lanal/lantamal/mabesal/kolinlamil/armada RI.
3. Lulus Kesamaptaan/kemampuan jasmani
4. Lulus Tes Ketahanan Air
5. Lulus Psikotest khusus
6. Lulus Kesehatan khusus bawah air
7. Secara sadar mengikuti tes dan pendidikan tanpa paksaan siapapun
Kualifikasi paling ekstrim dari pasukan ini, setiap personil harus siap bersedia melakukan bom bunuh diri jika diperlukan. Termasuk aksi man torpedo di bawah air.
4. Kopaskhas
Moto ” Karmaye Vadikarate Mafalesu Kadatjana “, yang artinya bekerja tanpa menghitung untung dan rugi.
Ini adalah komando pasukan khusus yang paling rahasia milik TNI. Sangat diharamkan untuk ikut latihan bersama militer asing.
Karena berbasis TNI AU, Paskhas didesain untuk bergerak lebih cepat dan lebih senyap dari semua komando. Awalnya pasukan ini bernama Kopasgat, Komando Pasukan Gerak Cepat.
image
Kemampuan penting dari prajurit paskhas adalah lari. Secara rutin setiap prajurit paskas harus bisa mempertahankan kecepatan lari  100m dibawah 13 detik.
CIA dalam worldfactbook nya pernah memprediksi bahwa total pasukan TNI yang berkualifiasi “para komando” atau “special army”  berjumlah 150.000 pasukan dari total 500.000 prajurit aktif. Jika benar jumlah itu, berarti Indonesia adalah negara nomer 4 di dunia dalam jumlah pasukan komando, setelah Amerika, Rusia dan China.
Note Yang dibahas diatas belum termasuk sel pasukan elite yang lebih kecil seperti: Yontaibi Marinir, Denjaka Marinir, RaiderAD, Tontaipur AD, Den Bravo 90 AU, PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) yang lintas matra serta Resimen Pelopor Brimob.





image

sumber : http://roda2blog.com/2014/05/27/kenapa-militer-indonesia-ditakuti-karena-punya-pasukan-para-komando-terbesar-ke-4-di-dunia/

Kenapa Militer Indonesia Ditakuti? Karena selalu siaga tempur!

1. Siap Siaga Perang
Ini memang aneh, dalam kondisi damai dan tidak dalam kondisi konfrontasi dengan negara manapun tapi militer Indonesia selalu dalam kondisi siap siaga perang.
Mulai dari tingkat Batalyon sampai (terutama) pasukan komando khusus. Dan yg paling misterius adalah unit detasemen inti khusus (contoh: Denjaka AL) yang banyak tersebar di tiap angkatan, TNI selalu dalam kondisi siaga perang.
2. Punya banyak kesatuan siap serbu tempur
Ini salah satu keunggulan Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara-negara berkembang lainya. Bila dihitung bijian, Indonesia hanya kalah dari Amerika dan China dari jumlah kesatuan khusus siap tempur serbu.
Catat nggih, siap tempu serbu, artinya siap menerima komando untuk menyerbu sasaran, bukan hanya menghalau serangan.
Dari yang terlihat saja, mulai dari Kopassus, Kopaska, Kopaskhas lalu ditambah Kostrad. Mereka adalah prajurit yang menu harianya adalah siaga serbu tempur. Berat badan melar, fisik menurun langsung diturunkan.
Jumlahnya? tentu harus dirahasiakan. Tapi diperkirakan 50% dari total personil TNI.
50% personil dalam kondisi siaga perang? eit itu belum termasuk unit detasemen khusus yang lebih siaga lagi. Seperti di AL ada Denjaka dan Hantu Laut/Yontaibi Marinir (nomer 3 dunia)
Maka enggak heran jika negara-negara tetangga sering rewel bila TNI menambah persenjataan. Lha wong orangnya saja siap perang, lha kok pegang senjata baru.
3. Non Blok
Ini yang repot. Setelah era perang dingin, negara-negara nonblok banyak yg berpaling ke rusia-china.
Kasus Syiria adalah bukti bahwa USA sangat takut berhadapan dengan Rusia.
Di tengah krisis Amerika yg masih berlangsung. Kelakuan Rusia-China akhir-akhir ini semakin berani. Seperti kasus Ukraina.
Penutup.
Dalam militer alusista/ alat utama sistem pertahanan memang penting. Tapi ke-siaga-an pasukan lebih diwaspadai musuh.
Libya dan Irak sangat mudah dihancurkan karena pasukan tempur dua negara itu tidak dalam kondisi siaga perang. Ditambah fakta bahwa mereka hanya punya masing-masing 1 group pasukan khusus yang siaga perang. Garda Nasional dan Garda Revolusi.
Lha Indonesia? banyak mas brooo. Sila pilih mau Kopassus atau Kopaska atau Kopaskhas yang semuanya punya kemampuan darat-udara-laut yang sama. Kalau masih kurang, ada detasemen khusus dan Batalyon inti di tiap kesatuan yang kemampuanya juga nomer wakid.
Makanya kadang heran saja, klo ada orang Indonesia yg meremehkan kekuatan TNI.

sumber : http://roda2blog.com/2014/03/03/kenapa-militer-indonesia-ditakuti-karena-selalu-siaga-tempur/

Jika Perang, Indonesia diprediksi mampu kalahkan Australia


Mengapa Australia begitu takut dengan Indonesia? Mengapa negeri tetangga yang semula dianggap kawan, kini dipandang lawan oleh sebagian besar rakyat Indonesia sebab menyadap Presiden SBY dan beberapa pejabat penting RI, begitu khawatir dengan Indonesia?


Jawabannya, mungkin sebab mereka telah saksikan kehebatan Angkatan Udara Indonesia dalam latihan angkatan udara beberapa negara yang dilakukan di Australia. Event ini disebut dengan Picth Black 2012. Latihan Pitch Black ini diadakan setahun lalu, tepatnya pada tanggal 27 July sampai pada 17 Agustus 2012. Dan tempat latihan diadakan di kawasan Utara Australia


Sukhoi Su-30 MK2
Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU

Dalam latihan dengan sandi Pitch Black 2012 ini  di ikuti oleh angkatan udara dari Australia, Amerika Serikat, Singapura, Indonesia dan Thailand. Pada latihan ini juga  di simulasikan pertarungan udara antar angkatan udara yang terlibat dalam latihan ini. 

Dalam latihan ini juga melibatkan sekitar 94 pesawat, dimana diantaranya Australia dengan F/A-18 Super Hornet dan F/A-18 Hornet, Singapura dengan F-16 C/D dan F-15 mereka, Thailand dengan F-16 A/B mereka. Amerika Serikat sepertinya juga mengikutkan F/A-18 C Hornet milik US Navy. Indonesia sendiri mengirimkan Sukhoi dalam latihan ini. Selain pesawat Fighter, masing-masing AU juga menyertakan beberapa pesawat pendukung lainnya, seperti Singapura yang mengikutkan pesawat KC-135 Refulling Aircraft dan Gulfstream G550, Australia mengikutkan C-17, C-130 dan Wedgetail AEW&C, Indonesia mengikutkan C-130 serta Amerika Serikat mengikutkan KC-130 J. Dari list pesawat yang turut serta dalam latihan ini, bisa dikatakan bahwa skala latihan ini bisa dikatakan adalah sebuah latihan yang sangat besar.
F/A-18F Super Hornet Australia



Dari semua Fighter yang turut serta dalam latihan ini bisa dikatakan merupakan pesawat-pesawat kelas wahid yang menjadi tulang punggung masing-masing negara. Australia mengeluarkan pesawat terbaik milik mereka saat ini yaitu F/A-18 Super Hornet. Singapura juga mengikutsertakan Heavy Fighter mereka yaitu F-15 SG. Angkatan Laut Amerika Serikat juga tidak mau ketinggalan dengan F/A-18 C Hornet mereka. Thailand juga menyertakan F-16 A/B mereka. Namun yang paling menarik sebenarnya bukan list pesawat dari negara-negara tersebut, malah yang menarik perhatian adalah Indonesia yang menurunkan jet Fighter terbaiknya yaitu Sukhoi.

SU-30MK2 Indonesia
SU-30MK2 Indonesia
Jet tempur Sukhoi SU27 SKM dirancang memiliki kemampuan sergap superioritas udara dengan jelajah jarak jauh.  Selain keunggulan udara jet tempur ini dengan kemampuan multiperannya mampu melakukan serangan terhadap sasaran di darat dengan peluru kendali atau bom pintar.  Teknologi tempur Sukhoi 27 SKM dari pabriknya Knaapo di  Rusia  sangat menggentarkan karena mampu membawa rudal udara ke udara RVV-AE active radar homing, rudal udara ke permukaan KH- 29T(TE), KH-29L, KH-31P, KH-31A dan bom pintar jenis KAB 500Kr dan KAB-1500Kr. Sukhoi SU 27SKM dan SU30 MK2 telah dilengkapi dengan instrumen isi ulang BBM di udara sehingga kemampuan jelajah tempurnya semakin jauh. 
Dengan sekali isi ulang avtur Sukhoi SU27 SKM dan SU30 MK2 mampu mencapai jelajah 5400 km, sebuah jelajah tempur yang menakjubkan.  Instrumen avionik di kokpit berupa layar kaca MLD (Multifunction Liquid-crystal Display) dan HUD (Head Up Display).  Sistem navigasi terintegrasi dengan sistem satelit Glonass dan Navstar demikian juga dengan RWR (Radar Warning Receiver) yang berfungsi mengendalikan tembakan rudal anti radiasi KH-31P.  Penggunaan IRST (Infrared Search and Track Device) yang mampu menembakkan rudal laser beam riding sudah tersedia di Sukhoi SU27 SKM.
Teknologi tempur yang dikandung pada Jet tempur Sukhoi SU27 SKM dan SU30 MK2 mampu mendeteksi, mengunci dan menyerang sasaran 360 derajat dengan segala cuaca. Cantelan beragam persenjataan Sukhoi mampu menggotong sampai 12 jenis senjata mulai dari rudal udara ke udara, rudal udara ke darat, roket dan bom.  Selain kemampuan serang darat yang dimiliki Sukhoi SU30 MK2 perbedaan lain yang membedakan keduanya adalah SU27 SKM memiliki 1 kursi pilot sedangkan SU30 MK2 memiliki 2 kursi pilot.  Kecanggihan teknologi Sukhoi tentu mampu menyetarakan kemampuan pilot TNI AU dengan pilot jet tempur canggih lainnya seperti F15 SG Singapura dan Super Hornet Australia.

Keikutsertaan Sukhoi Indonesia dalam latihan Pitch Black 2012 ini begitu menarik perhatian banyak pihak. Tidak hanya bagi Indonesia dan Australia dan negara peserta Picth Black 2012 lainnya, namun negara lain juga menaruh perhatian besar atas keikutsertaan Sukhoi ini. Bahkan keikutsertaan Sukhoi ini lebih menjadi bahan berita yang menonjol di bandingkan dengan keikutsertaan F/A-18 Hornet US Navy maupun F-15 SG Singapura. Kenapa Sukhoi begitu menarik perhatian? Jawabannya adalah karena Sukhoi ini adalah satu-satunya jet Fighter peserta latihan yang bukan buatan negara Barat. Jika fighter lainnya adalah buatan Amerika Serikat, maka Sukhoi adalah buatan Rusia. Selain itu, yang membuatnya menarik adalah ini adalah pertama kalinya Indonesia mengikutsertakan Sukhoi dalam latihan dengan negara lain. Biasanya Indonesia hanya menyertakan F-16 A/B dalam latihan dengan negara lain atau malah terkadang menggunakan F-5 E/F.

Kenapa Indonesia mengutus Sukhoi, bukan F-16?

Indonesia mengutus 4 Sukhoi-30 untuk mengikuti latihan Pitch Black 2012 ini di Australia. 4 Sukhoi ini, pasti ada Su-30 MK2 (mengingat jumlah Sukhoi-30 tahun 2012 kemarin Indonesia hanya 5 pesawat yang terdiri dari 2 Su-30 MK dan 3 Su-30 MK2). Keikutsertaan Su-30 MK2 dalam latihan ini menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar mengutus fighter kelas satu Indonesia kesana. Namun ada berita baik (mungkin buruk juga), Indonesia tidak mengutus Sukhoi-27 SKM yang merupakan salah satu pesawat Air Superiority terbaik di dunia saat ini.

Pilot Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU
Pilot Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU
Lalu pertanyaannya adalah, kenapa Indonesia mengutus Sukhoi-30 bukan F-16 A/B seperti yang biasanya dilakukan oleh TNI AU? Banyak sekali factor yang bisa mempengaruhi keputusan ini. Pihak Indonesia dalam hal ini Kemenhan dan TNI AU pasti sudah memiliki pemikiran yang matan dan sudah mempertimbangkan baik buruknya menyertakan Sukhoi ini. Nah dari beberapa rilis media yang saya baca, pihak TNI AU ingin mengasah kemampuan pilot-pilot Sukhoi dengan melakukan latihan dengan pesawat-pesawat yang ‘mungkin’ menjadi lawan sepadan mereka di dalam ‘perang nyata’ dimasa yang akan datang. Selama ini pilot-pilot Sukhoi belum pernah menghadapi latihan sebesar dengan lawan seperti ini sebelumnya. Maka keikutsertaan Sukhoi ini akan sangat bermanfaat bagi angkatan udara Indonesia.

Saya sendiri bertanya-tanya, apakah keikutsertaan Sukhoi ini ada kaitannya dengan Hibah 4 pesawat angkut C-130 H dari Australia ke Indonesia? Tidak ada sumber valid yang bisa dijadikan rujukan untuk menjawab pertanyaan ini, namun kemungkinannya bisa saja terjadi. Namun, benar atau tidak kaitan keduanya, biarlah itu tetap menjadi ranah rahasia negara. Karena terlepas dari ada atau tidaknya kaitan keduanya, keikutsertaan Sukhoi ini tentu memberikan dampak positif bagi TNI AU (disamping dampak negative lain tentunya)

Plus dan Minus dari dampak keikutsertaan Sukhoi dalam Pitch Black 2012.

Keikutsertaan Sukhoi ini pasti memiliki dampak yang positif bagi angkatan udara Indonesia, namun dilain sisi juga bisa memberikan dampak negative bagi Angkatan Udara Indonesia juga. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, keikutsertaan sukhoi ini akan memberikan dampak Positif bagi Indonesia, dimana armada Sukhoi mendapat kesempatan untuk berlatih dengan lawan yang sepadan dari banyak negara sekaligus. Ini akan menambah pengalaman dan juga memberikan pelajaran berharga bagi TNI AU. Namun di baliknya, dampak negatifnya juga bisa ada. Salah satunya adalah negara lain peserta Picth Black juga akan mendapat kesempatan mengetahui karakteristik dari Sukhoi ini secara langsung. Jika selama ini mereka hanya bisa mengamati Sukhoi dari ‘kejauhan’, maka sekarang Sukhoi ada bersama mereka. Tentunya, mereka akan memanfaatkan moment ini untuk mencari dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kehebatan dan kelemahan Sukhoi Indonesia ini.

Namun apaun di balik plus dan minus nya, kita perlu memberikan apresiasi atas ikutnya Sukhoi ini dalam Picth Black ini. Jika negara lain akan mendapatkan kesempatan mengenal Sukhoi Indonesia, maka Sukhoi Indonesia juga mendapat kesempatan yang juga besar untuk mengenal fighter-fighter negara lain seperti F-15 Singapura, F/A-18 Hornet dan Super Hornet. Mudah-mudahan Picth Black ini akan memberikan dampak positif bagi TNI AU.

Sukhoi Indonesia Vs Super Hornet Australia.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Australia sudah lama menaruh perhatian besar terhadap kehadiran Flanker Familiy di Indonesia. Bahkan ada rumor berkembang yang mengatakan bahwa Australia ‘keberatan’ dengan rencana Indonesia mengakuisis 1 Skuadron Su-30 KI sekitar tahun 1997 dulu. Rencana ini akhirnya batal, karena krisis moneter akhirnya menyerang Indonesia. Kontrak pembelian 1 Skuadron Su-30 KI ketika itu akhirnya batal. Namun tidak hanya sampai disitu, ketika Indonesia pertama sekali mendatangkan 4 Sukhoi (2 Su-27 SK dan 2 Su-30 MK), Australia juga menaruh perhatian besar atasnya. Ditambah lagi ketika Indonesia menambah jumlah Sukhoi menjadi 10 pesawat dengan mendatangkan 6 Sukhoi (3 Su-30 MK3 dan 3 Su-27 SKM) pada 2009 dan 2010 lalu. Ditambah lagi fakta bahwa saat ini Indonesia juga sudah memesan 6 Su-30 MK2 dari Rusia.

Armada Sukhoi Indonesia ini begitu menarik perhatian media dan pemerintah Australia. Hal ini dikarenakan Reputasi Sukhoi yang sangat disegani bahkan oleh pesawat sekelas F-15 Amerika sekalipun. Nah, Australia yang sebelum kehadiran Sukhoi di Indonesia selalu memiliki kekuatan Udara yang jauh lebih menggetarkan di bandingkan Indonesia, akhirnya merasakan bahwa Sukhoi ini memberikan efek gentar yang sangat besar bagi mereka. Memang saat ini jumlah Sukhoi Indonesia masih minim, namun efeknya sungguh membuat mereka tidak lagi bisa mendikte Indonesia dengan sembarangan. Sebelum kehadiran Sukhoi di Indonesia, kita bisa melihat betapa Australia (yang merasa memiliki AU yang jauh lebih kuat) mendikte Indonesia dalam kasus Timor Timur. Bahkan dalam satu masa ketika itu, Australia mengirimkan F-18 mereka ke wilayah Indonesia yang hanya bisa di cegat oleh Hwak-209 TNI AU. Ketika itu Indonesia sedang mengalami embargo militer, yang membuat AU Indonesia begitu lemah.

Sekarang, kehadiran Sukhoi yang bermarkas di Makassar, akan membuat Australia berpikir berulang kali sebelum memutuskan untuk memprovokasi Indonesia lagi. Dulu mereka berani mengirimkan F-18 karena tau Indonesia ‘hanya’ di jaga Hwak-209 (F-16 A/B dan F-5 mengalami penurunan karena spare part di embargo Amerika). Sekarang mereka tidak akan berani mengirimkan F-18 mereka untuk menghadapi Sukhoi Indonesia jiga tujuannya hanya untuk melakukan provokasi seperti dahulu kala.

Nah saat ini Australia merasakan bahwa Sukhoi Indonesia merupakan lawan terberat mereka saat ini, dan fakta bahwa dari segi kedekatan geografis, Indonesia adalah negara yang paling bisa memberikan ancaman nyata bagi mereka. Dan dilain sisi, Australia dan Indonesia sering sekali mengalami perbedaan pandangan dalam berbagai masalah seperti masalah Timor Timur, dan masalah teritori kedua negara, yang memungkinkan Indonesia dan Australia mengalami konflik suatu saat ini. Nah jika terjadi konflik saat ini, maka bisa dipastikan bahwa Australia harus mengandalkan F/A-18 Super Hornet mereka untuk menghadapi armada Sukhoi Indonesia.

Nah inilah yang ingin sekali di simulasikan oleh Australia dalam latihan Picth Black 2012 ini. Media dan public Australia begitu sangat tertarik untuk mengetahui apakah armada Super Hornet mereka bisa mengalahkan armada Sukhoi Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari pendapat beberapa analisis militer Australia yang mengtakan bahwa Australia akan menghadapi masalah besar jika harus menghadapi Sukhoi Indonesia. Belum lagi ambisi Australia yang ingin mejadi kekuatan militer di kawasan Facifik yang mungkin akan harus berhadapan dengan India dan China. Kita tau, bahwa baik China dan India juga mengandalkan armada Sukhoi dalam angkatan udara mereka. Sukhoi India mungkin sedikit berbeda dengan Sukhoi Indonesia, namun Sukhoi China bisa dikatakan merupakan ‘kembaran’ Sukhoi Indonesia. Nah dengan melakukan latihan antara F/A-18 Super Hornet mereka dengan Sukhoi Indonesia, Australia mendapatkan manfaat besar karena selain mengetahui kekuatan Indonesia, mereka juga mendapatkan gambaran umum mengenai kekuatan armada Sukhoi India dan China sekaligus.

Namun bagi Indonesia sendiri tidak sedikit yang diperoleh dari latihan Pitch Black ini. Selain menghadapi Super Hornet Australia, Indonesia juga mungkin akan mencicipi kesempatan menghadapi kekuatan Angkatan Udara Singapura. Kesempatan mengadu Sukhoi Indonesia dengan F-16 C/D dan F-15 SG Singapura adalah sebuah kesempatan berharga bagi TNI AU. Selain itu juga, kesempatan mengadu Su-30 dengan F/A-18 Hornet milik US Navy adalah sebuah kesempatan berharga sehingga TNI AU bisa belajar banyak dari latihan ini nantinya. Kesempatan Sukhoi menghadapi ‘calon lawan’ mereka di ‘konflik’ di masa yang akan datang akan membuat TNI AU belajar banyak darinya.

Sekarang mari kita berdoa agar latihan Picth Black ini akan memberikan banyak hal positif bagi TNI AU. Selain itu, mudah-mudahan TNI AU juga tidak terlalu ‘lugu’ dengan membuka semua rahasia di balik Sukhoi Indonesia ini. Saya berharap dan saya percaya, bahwa TNI AU tidak akan membuka semua tabir gelap mengenai Sukhoi Indonesia ini.

sumber : http://triasutrisna.blogspot.com/2013/11/jika-perang-indonesia-diprediksi-mampu.html

chat room blog


ShoutMix chat widget