ALIANSI KB04 KITA ADALAH SAUDARA.

ALIANSI KB04 KITA ADALAH SAUDARA.
HIDUP KB04!!!!!!

Sabtu, 16 Oktober 2010

10 Hal Tentang PESIJA-PERSIB

1. Perseteruan antara Bobotoh dan pendukung Persija dimulai dari dunia maya dengan saling olok melalui laman masing-masing. Sayang tidak diketahui siapa yang lebih dahulu memulai. Yang pasti, berawal dari situ hingga akhirnya berujung pada bentrok fisik yang melibatkan kedua kelompok suporter tersebut.

2. Arcan Iurie Anatolievici adalah salah satu pelatih yang pernah menukangi Persija dan Persib di tengah kerasnya rivalitas kedua tim. Hebatnya, pelatih asal Moldova ini mampu diterima dengan baik di Persib setelah didepak Persija. Ia bahkan mengakhiri masa dudanya dengan wanita priangan, yang membuat keberadaannya di Persib semakin diterima.

3. Pemain dari kedua tim pernah tergeletak di tengah lapangan saat aparat keamanan mencoba menghalau kerusuhan dengan menembakkan gas air mata, ketika suporter Persija mencoba merangsek ke tribun yang ditempati Bobotoh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Naas kala itu, angin bertiup ke arah lapangan yang justru membuat pemain yang terkapar.


4. Ingin menekan kerusuhan suporter panpel Persib Bandung pernah melakukan hal yang tidak lazim, yakni dengan mencampur pemain Persib dan Persija dalam satu bus menuju stadion. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa meminimalisir teror terhadap pemain Persija saat memasuki stadion. Tidak hanya itu, sebelum kick-off acara seremonial bertukar cenderamata pun dilakukan dengan tujuan ingin menunjukkan kepada Bobotoh, penggemar berat Persib, jika timnya sudah akur dengan Persija. Tapi tetap saja Bobotoh berulah. Laga ditunda hingga 30 menit karena terjadi kerusuhan di semua tribun penonton.


5. Gelandang Persib Eka Ramdani dan winger Persija Ismed Sofyan adalah dua pemain yang pernah merasakan rivalitas suporter. Eka dihantam pendukung Persija sedangkan Ismed nyaris celaka setelah terkena lemparan mercon Bobotoh. Hal ini yang membuat aparat keamanan dipastikan selalu melipatgandakan personelnya, dan membekali mereka dengan perlengkapan anti huru-hara.

6. Budi Sudarsono dan Atep adalah pemain yang pernah menyakiti hati Persib ketika keduanya masih berbaju Persija Jakarta. Bahkan Budi tercatat pernah dua kali menjebol gawang Persib, salah satunya dari bola fair play yang mestinya tidak boleh dilakukan dan membuat ia sangat dibenci kala itu. Tapi saat ini, kedua pemain tersebut justru menjadi pilar Persib di pentas Superliga 2009/10.

7. Persib pernah menolak memainkan laga di kandang Persija pada 4 September 2005 dan memilih pulang ke Bandung. Alasannya, karena merasa tidak aman untuk menuju Stadion Lebak Bulus yang sudah dipenuhi puluhan ribu pendukug Persija, yang meluber hingga ke pinggir lapangan. Akibatnya, Persija diberi kemenangan 3-0 atas rivalnya tersebut.

8. Keperkasaan Persija Jakarta di era sepakbola profesional memang terbilang lumayan. Itu setelah mereka mampu lima kali mempermalukan Persib di hadapan publiknya. Sementara "Maung Bandung", baru sekali menang di kandang Persija. Sayang karena hal itu dilakukan saat Persija terusir dari ibukota dan harus memainkan laga kandangnya di Stadion Gajayana, Malang, menyusul dibekukannya izin menggelar pertandingan sepakbola di Jakarta karena bertepatan dengan pesta demokrasi di tanah air.

9. Dari data menunjukkan, sejak sepakbola nasional memasuki era profesional seiring dengan digulirkannya Liga Indonesia pada musim kompetisi 1994/95, Persija mampu unggul jauh dari rival beratnya tersebut. Dari 21 kali bentrok, tim berjuluk "Macan Kemayoran" mampu membukukan 13 kemenangan. Sedangkan Persib hanya meraih tiga kali kemenangan, dan sisanya berakhir imbang.

10. Jika saja pertandingan antara Persib dan Persija jadi dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, ini untuk pertama kalinya stadion milik Pemkab Bandung menghelat laga bergengsi Derby D'Indonesia. Maklum karena selama ini Persib berkandang di Stadion Siliwangi, Kota Bandung.

AWAL PERSETERUAN THE JAK vs VIKING

Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.

Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.

Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu.

╔╗ ♥ ♥ ♥ ♥
║║╔═╦╦╦═╗
║╚╣║║║║╩╣
╚═╩═╩═╩═╝PeЯSiJa . .
╔══╗ ♥ ♫ ♥
║██║ ♫ ♥ ♫
║(O)║♥ ♥
╚══╝

Ilmu Pengetahuan Dasar

Sedikit Tentang Ilmu Budaya Dasar :D
Ilmu Budaya Dasar, ya, pertama-tama kita pasti bertanya-tanya, apa sih Ilmu Budaya Dasar itu? Untuk apa kita mempelajari hal tersebut? Apa bedanya Ilmu Budaya Dasar dengan ilmu-ilmu social lainnya? Mari kita bahas.
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Pertama-tama, kita harus tahu terlebih dahulu, apa sih pengertian dari Ilmu Budaya Dasar? Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Dari hal tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia beserta segala sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan manusia.

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Setelah mengetahui pengertian dari Ilmu Budaya Dasar, pastinya akan timbul pertanyaan “Apa sih tujuan kita mempelajari Ilmu Budaya Dasar tersebut?”. Dengan mata kuliah ini, kita diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk kemudian mengkaji lebih dalam mengenai masalah-masalah manusia dan kebudayaannya. Di samping itu, mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini juga merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritiknya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Tujuan lain yang ingin dicapai dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar adalah antara lain:
1. Menambah kepekaan kita sebagai mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga diharapkan kita lebih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang baru, terutama untuk kepentingan profesi kita.
2. Memperluas pandangan mahasiswa mengenai masalah kemanusiaan dan budaya serta dapat mengembangkan daya kritis kita terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4. Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
Untuk Mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
1. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika, dan lain-lain.
2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu social antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi social, sosiologi hokum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan peryataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya (The Humanities) ini dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupam seni music, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
PERBEDAAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kita tahu bahwa Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu bagian dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Pertanyaannya, apa sih bedanya Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), ilmu yang mempelajari dasar-dasar dari ilmu sosial? Menurut sumber, perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagaia berikut:
1. Ilmu Budaya Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan di Sekolah Lanjutan.
2. Ilmu Budaya Dasar merupakan satu mata-kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (di Sekolah Lanjutan).
3. Ilmu Budaya Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.
PERSAMAAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pada point sebelumnya, kita telah membahas mengenai perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sekarang mari kita bahas tentang persamaan kedua disiplin ilmu tersebut. Persamaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmpu Pengetahuan Sosial, antara lain:
1. Kedua-duanya merupakan bahan pembelajaran (study) untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
2. Keduanya bukan merupakan disiplin ilmmu yang berdiri sendiri
3. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari dan berkaitan dengan kenyataan sosial dan masalah sosial.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan
Demikian pembahasan mengenai Ilmu Budaya Dasar yang bisa saya sampaikan saat ini. Namun demikian, Ilmu Budaya Dasar tidak hanya mencakup hal-hal di atas saja, masih banyak pengetahuan dan informasi mengenai Ilmu Budaya Dasar yang dapat kita peroleh melalui sumber-sumber lain. Oleh sebab itu, diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga bermanfaat.
Sumber www.google.com

chat room blog


ShoutMix chat widget