ALIANSI KB04 KITA ADALAH SAUDARA.

ALIANSI KB04 KITA ADALAH SAUDARA.
HIDUP KB04!!!!!!

Kamis, 24 Januari 2013

Kutipan, Abstark, Daftar Pustaka.

KUTIPAN 
Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh tanda kutip.
Manfaat kutipan
1. untuk menegaskan isi uraian
2. untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis
 3. untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagai milik sendiri
cara dan contoh :
Kutipan langsung
Kutipan langsung pendek
Kutipan langsung panjang
Kutipan tak langsung
Contoh  Kutipan :  
1. Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. 
ABSTRAK
Abstrak merupakan bentuk mini dari sebuah tulisan ilmiah. Sebuah abstrak yang baik memiliki komponen tertentu yang harus dicantumkan di dalamnya. Komponen-komponen tersebut pun harus ditempatkan dengan urutan tertentu. 
TUJUAN Abstrak antara lain adalah :
1.   Membantu seseorang yang sibuk untuk dapat mengetahui suatu artikel, hasil penelitian, berita yang terbaru tanpa harus membaca full text.
2.   Menghemat waktu, tenaga dan biaya
3.   Membantu dalam memecahkan masalah dalam penguasaan bahasa
4.   Dapat dipakai sebagai pengganti artikel asli
5.   Sebagai salah satu alat kelengkapan dalam penelusuran surut / pencarian informasi
6.   Sarana untuk membuat indeks
Cara :
1. Membaca, mencari dan  menemukan ide pokok (retrieval reading)
2. Membaca secara kreatif (creative reading)
3. Membaca secara kritis (critical reading)
Contoh :
Penelitian ini bertujuan menyusun program komputer untuk mengetahuiperbedaan kecepatan antara metode Biseksi dan metode Regula Falsi dalam menyelesaikan persamaan non-linear ditinjau dari banyaknya iterasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Turbo Pascal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, kemudian diimplementasikan ke dalam program komputer.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah : 1) mengidentifikasi masalah,2) menentukan solusi, 3) membuat diagram alir, 4) menulis program, 5) mengujiprogram dan 6) menulis dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah programkomputer dengan bahasa Turbo Pascal yang digunakan untuk menyelesaikanpersamaan non-linear menggunakan metode Biseksi dan metode Regula Falsiserta mengetahui perbedaan kecepatan antara metode Biseksi dan metode RegulaFalsi dalam menyelesaikan persamaan non-linear ditinjau dari banyaknya iterasi.


DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka  merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan
Manfaat :
1.    Memberikan arah bagi pembaca buku jika ingin meneruskan kajian terhadap karya tulis yang bersangkutan 
2.     
Cara:
1. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabet, berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa menggunakan angka arab (1,2,3, dan seterusnya).
2. Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
a. Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama depan)
b. Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
c. Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik (.).
d. Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik
3. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka
sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di
antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.
4. Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
a. Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
• Nama Pengarang
• Tanggal revisi terakhhir
• Judul Makalah
• Media yang memuat
• URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file
• Tanggal akses
b. Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi online di daftar pustaka sebagai berikut:
- Artikel jurnal dari internet: Majalah/Jurnal Online
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatan
resminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.
*) Nama majalah online harus ditulis miring
- Artikel umum dari internet dengan nama
Penulis, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).
*) Judul artikel harus ditulis miring
- Artikel umum dari internet tanpa nama
Anonim, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).
*) “Anonim” dapat diganti dengan “_____”. Judul artikel harus ditulis miring
Perhatikan contoh penulisan daftar pustaka
Baradja, M.F. 1990, Kapita Selecta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang.
Damono, Sapardi Joko. 1979. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang.Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch

5. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.
6.Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka.
Contoh: 
Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.
sumber: 
id.wikipedia.org
http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/kutipan-karya-tulis-ilmiah.html
https://sites.google.com/site/tulisanilmiah/rangka-tulisan-ilmiah/abstrak
http://yuni_yuven.blog.undip.ac.id/2010/10/27/abstraksi-dan-indeksi-materi-matrikulasi/
http://berita-terhangat.blogspot.com/2012/11/contoh-abstrak-skripsi.html
http://irfanwineers.wordpress.com/2012/03/02/cara-penulisan-referensi-daftar-
pustaka-pada-thesis-atau-laporan-ilmiah-lainnya/
http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.ulasan/daftar-pustaka.html

Senin, 24 Desember 2012

1. hal - hal yang berhubungan dengan alinea ,cakupan bahasan:

a) Pengertian Alinea
Alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
Tujuan Alinea
Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema
yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengan dung suatu tema, bila terdapat
dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.
Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lrbih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.
Macam-Macam Alinea
Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi :
Alinea Pembuka
Alinea Penghubung
Alinea Penutup
Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat dibedakan menjadi :
Alinea persuatif
Alinea argumentatif
Alinea naratif
Alinea deskriptif
Alinea ekspositoris
Berdasarkan fungsi, alinea dapat dibedakan menjadi :
Alinea Pembuka
Alinea Pengembang
Alinea Penutup
Syarat-Syarat Pembentukan Alinea
Adapun syarat - syarat dari alinea yaitu :
Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan/ perician daripada gagasan-gagasan yang membina alinea-alinea itu)
Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.
b) Contoh Alinea
 1. Alinea deduktif
Alinea yang kalimat utamanya berada diawal.
Contoh :
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber daya alam. Contohnya di pulau Sumatra yang terdiri dari suku batak, suku minang , suku aceh, suku melayu dan lain-lain yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Bukan hanya dipulau Sumatra saja, bahkan di pulau Jawa, Kalimantan, dan juga pulau-pulau lainnya juga terdapat macam-macam suku dengan kebudayaannya.
2. Alinea induktif
Alinea yang kalimat utamanya berada diakhir
Contoh :
Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai mahasiswa pecinta alam seluruh Indonesia mendatangi kantor kami. Mereka menduduki pintu masuk ke kantor sehingga kendaraan yang biasanya keluar masuk kantor kami praktis terhalang. Mereka menuduh kamilah ”biang kerok” pencemaran kali Ciliwung. Kami tidak tahu mengapa mereka yakin dengan tuduhan itu.Padahal, kita semua tahu bahwa banyak pabrik yang menyalurkan limbah buangannya ke kali Ciliwung.Bagaimana mereka yakin bahwa kamilah penyebab pencemaran kali Ciliwung itu ? Kami berani membuktikan bahwa limbah buangan pabrik-pabrik kami telah bebas dari kandungan zat yang membahayakan. Kami menduga pasti ada sesuatu di balik peristiwa itu.

3. Alinea Deduktif – Induktif
Aline yang kalimat utamanya berada diawal dan diakhir
Contoh :
Bawalah payung sebelum hujan. Karena akhir – akhir ini sering sekali terjadi perubahan cuaca. Kadang pada siang hari langit cerah dan hawa terasa panas namun saat sore hari langit mendung dan hawa terasa dingin. Biasanya kita sangat – sangat malas untuk membawa payung apalagi bagi laki – laki. Selain merepotkan dan malas, Laki – laki biasa lebih cenderung memilih hujan ketimbang membawa payung. Namun kita tidak memikirkan efek dari kita hujan – hujanan tersebut. Bisa saja kita sakit dan pada akhirnya itu akan merugikan diri kita sendiri. Jadi ada baiknya bila kita sedia payung sebelum hujan



http://niaas8.wordpress.com/2010/11/05/alinea-paragraf/, terakhir diakses 23 Desember  2012, jam 09.25 WIB 
http://gustiayumade.wordpress.com/2010/10/16/alinea-paragraf/, terakhir diakses 23 Desember  2012, jam 09.30 WIB

http://juprimalino.blogspot.com/2012/04/pengertian-definisi-paragraf-atau.html, terakhir diakses 23 Desember  2012, jam 009.34 WIB

Perencanaan penulisan karangan ilmiah,cakupan bahasan



CONTOH KARYA ILMIAH






KONFLIK SUPPORTER THE JAK MANIA DENGAN VIKING BOBOTOH

BAB I
 PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
            Supporter sepak bola masih sering menjadi tema sentral pembahasan dan diskusi khayalan, kehadirannya terkadang menyelinap di antara tema – tema penting dan panas lainnya. Terlebih apa bila ada peristiwa penting dalam pertandingan sepak bola, atau ada hal yang khusus terkait dengan ulah suporter sepak bola pendukung sebuah kesebelasan.
            Supporter berasal dari akar kata supporter, dari kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris to support dengan akhiran (suffict) er. To support mempunyai arti mendukung, sedangkan untuk akhiran er menunjukan pelaku. Kalo ditarik maknanya maka supporter berarti sebagai orang yang memberikan dukungan atau support tertentu pada ikhwal tertentu pula. Supporter bersifat aktif, member dukungan dengan dilandasi oleh perasaan cinta dan fanatisme tertentu.
            Istilah supporter cukup dekat kekerabatanya dengan kata penonton, namun istilah penonton maknanya akan lebih luas dari pada supporter, artinya setiap supporter mestinya seorang penonton, sebaliknya tidak semua penonton itu adalah supporter. Masyarakat umum kadang memakai kedua istilah ini bertukar-tukar, karena agak susah membedakannya untuk menyebut obyek yang sama dengan pilihan dua kata: supporter dan penonton.
            Sepak bola adalah salah satu jenis olahraga yang sangat membutuhkan keberadaan supporter ini, ada multi fungsi keberadaannya. Untuk menyebut supporter sepak bola dibelahan dunia ini seperti tifosi dari Italia, torsedor dari Amerika Latin, hooligans untuk suporter tim Nasional Inggris, dll. Ditingkatan klub-klub liga Indonesia juga dikenal sebutan untuk supporter beberapa klub tersebut, seperti The Jak Mania (Persija Jakarta), Viking (Persib Bandung), Aremania (Arema Malang), Bonek (Persebaya Surabaya), LA Mania (Persela Lamongan), Pusamania (Persisam Putra Samarinda), Ultras Gresik (Gersik United), Ultras Garuda (Tim Nasional Indonesia), dll.
 (The Jakmania)
(Viking)
(Aremania)
 (Ultras Garuda 1945)


 (Ultras Gresik)
 (La Mania)
 (Pusamania)
(Bonek)
            Kehadiran supporter bagi tim sepak bola tentu sangat diharapkan karena olahraga ini sudah bukan sekedar olahraga dengan tujuan sempit menjaga kesehatan, dll, namun sudah berkembang menjadi sebuah bisnis dan industri. Kehadiran supporter akan membawa semangat tersendiri bagi para pemain, karena segala teknik, ketrampilan, kecepatan, kemahiran, dan seni bermain bola akan bisa dinikmati oleh orang lain. Cinta, sayang, perhatian, dukungan tentu dinantikan oleh sang pemain dari para supporternya.
            Ada pun sebutan pendukung sepak bola yang sama seperti supporter yaitu ultras. Ultras mempelopori suporter yang amat terorganisir (highly organized) dengan gaya dukung 'teatrikal' yang kemudian menjalar ke negara-negara lain, seperti club – club papan atas di Indonesia yang memiliki ultras – ultras seperti Ultras Curva Nord Persija (Persija Jakarta), Ultras Curva Sud Arema (Arema Malang), Ultras Persib (Persib Bandung), Brigata Curva Sud (PSS Sleman), dan Tim Nasional Indonesia memiliki ultras yang sama yaitu Ultras Garuda 1945, dll.
 (Ultras Curva Nord Persija)


(Ultras Persib)
(BCS Sleman)
(Ultras Garuda 1945)
           Model tersebut masyhur karena menampilkan pertunjukan-pertunjukan spektakuler meliputi kostum yang terkoordinir, kibaran aneka bendera, spanduk & panji raksasa, pertunjukan bom asap warna-warni, nyala kembang api (flares) dan bahkan sinar laser serta koor lagu dan nyanyian hasil koreografi, dipimpin oleh seorang CapoTifoso yang menggunakan megaphones untuk memandu selama jalannya pertandingan.



Dalam tradisi calcio, ultras adalah "baron" dalam stadion. Mereka menempati dan menguasai salah satu sisi tribun stadion, biasanya di belakang gawang, yang kemudian lazim dikenal dengan sebutan curva. Ultras tersebut menempati salah satu curva itu, baik nord (utara) atau sud (selatan), secara konsisten hingga bertahun-tahun kemudian. Utras dari klub-klub yang berbeda ditempatkan pada curva yang saling berseberangan. Selain itu, berlaku aturan main yang unik yaitu polisi tidak diperkenankan berada di kedua sisi curva itu.

Kelompok Ultras yang pertama lahir adalah (Alm.) Fossa dei Leoni, salah satu kelompok suporter klub AC Milan, pada tahun 1968. Setahun kemudian pendukung klub sekota sekaligus rival, Internazionale Milan, membuat tandingan yaitu Inter Club Fossati yang kemudian berubah nama menjadi Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurra). Fenomena ultras sempat surut dan muncul lagi untuk menginspirasi dunia dengan aksi-aksi megahnya pada pertengahan tahun 1980-an.

Ultras itu sekelompok supporter tetapi dia sangat fanatik terhadap tim yang di dukungnya, dan selalu mengibarkan panji - panji kebesaran tim yang mereka dukung. Mereka bukan supporter biasa yang hanya nyanyi di stadion, tetapi mereka atraktif, selalu menyanyikan lagu - lagu untuk  tim kesayangannya, membawa bendera - bendera besar, red flare, nampilin banner yang besar di stadion, dan menampikan Coreography.

Ultras sendiri punya kode etik di antara ultras, yaitu bila mereka fight itu sifatnya open fight, untuk merebut Banner atau bendera kebesaran yang jd simbol suatu grup ultras, dalam fight tersebut mereka di larang melibatkan polisi, karna Polisi dimata ultras haram. A.C.A.B (All Cops Are Bastard)

B.    IDENTIFIKASI MASALAH
            Dalam perkembangannya konflik supporter antara The Jak Mania dengan Viking sering menimbulkan sisi negative dan positif, misalnya :
1.      Menimbulkan kekacauan di dalam stadion atau pun diluar stadion,
2.      Merusak fasilitas umum bila terjadi bentrokan,
3.      Membangkitkan atmosfir distadion saat bertanding,
4.      Tambah dikenal supporter fanatik di Indonesia dimata sepak bola dunia.
C.    RUMUSAN MASALAH
            Adanya konflik supporter ini menimbulkan berbagai masalah dimasyarakat umum, salah satunya sering merusak fasilitas umum bila terjadi bentrokan antar supporter, dan segi positifnya membangkitkan rasa cinta yang royalitas untuk club kesayangannya.
D.    TUJUAN PENULISAN
            Karya Ilmiah dibuat dengan bertujuan agar supporter – supporter di Indonesia bisa lebih royalitas dalam memberi dukungan kepada club – club kesayanganya, dan menambah jiwa fanatik supporter, karena supporter adalah pemain ke dua belas di stadion yang memeriahkan suasana atmosfir distadion.

 
BAB II
PEMBAHASAN
A.        THE JAK MANIA
            The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubenur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatno, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung. Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang piala asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah. Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 70.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandio Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Setelah Bung Danang digantikan dengan Larico Ranggamone atau yang sering dipanggil Ayah Rico periode 2010-2012, sampai pendaftaran anggota terakhir terdapat 95.000 anggota yang terdaftar di 50 korwil, belum lagi anggota yang di luar Jakarta yang tidak didaftar mungkin anggota The Jakmania sudah  ratusan ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Di dalam dunia supporter tak hanya terdiri dari kaum hadam saja, tapi sudah berkembang ke kaum hawa, di Persija ada The Jak Angel untuk sebutan supporter perempuan di Persija.
 (Jak Angel)


B.        VIKING PERSIB BANDUNG
Viking Persib salah satu kelompok supporter pendukung tim Persib Bandung yang terorganisir di wilayah kota Bandung khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya menjadi kelompok suporter tertua dan pertama (Pioneer) di Indonesia, yang mengawali sejarah terbentuknya kelompok-kelompok suporter di seluruh wilayah Indonesia.

Keberadaan Kelompok Suporter yang mengambil nama dari suku/etnis di wilayah Skandinavia (Swedia, Norwegia) yang terkenal sebagai “bangsa/suku penakluk” ini bisa dikatakan sangat fenomenal, karena baru pertama kali di Indonesia muncul sebuah organisasi supporter yang terorganisir dalam mendukung sebuah klub perserikatan pada masa itu, yang mempunyai karakter tersendiri, mempunyai visi dan misi serta tujuan yang jelas dalam mendukung tim Persib secara sportif dan positif.
 
Supporter yang berdiri sejak tahun 1993, pada saat tahun 2005 tercatat kurang lebih 21.400 anggota The Vikers (Sebutan anggota Viking) sekarang sampai tahun 2012 setelah dilakukan pemutihan dan pendataan ulang anggota tercatat kurang lebih 80.000 anggota yang terdiri dari berbagai kalangan dan tingkatan usia. (sumber: Data Distrik Viking Pusat) Anggotanya pun bukan hanya muncul dari wilayah Bandung saja, tetapi sudah menyebar keseluruh wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, serta daerah lainnya di Indonesia. Dan di Persib tak mau kalah soal supporter wanita, di Persib Bandung pun ada supporter setia wanita yang disebut Lady Vikers.


(Lady Vikers)



C.        KONFLIK DALAM SEPAK BOLA INDONESIA
Suporter dan sepakbola adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, dimana ada sepakbola disitu juga ada suporter, tidak memandang tua, muda, maupun anak-anak. Kecintaan mereka terhadap tim sepak bola yang dibelanya telah mengubah pikiran normal manusia. Berbagai atribut seperti kaos, bendera, maupun spanduk dengan berbagai warna kebesarannya oren,merah, hijau, maupun biru telah menjadi simbol dan identitas mereka.

            Kerusuhan suporter bukan hal yang baru dalam dunia persepakbolaan. Gengsi dan harga diri mereka dipertaruhkan ketika tim kesayangannya bertanding. Suporter sebagai penyemangat disaat tim kesayangan mereka membutuhkan suntikan psikologis dengan nyanyian, tarian dan teriakan.
            Fanatisme yang berlebihan dari suporter dalam mendukung tim kesayangannya kadangkala berubah menjadi kerusuhan atau tindak anarkisme dengan merusak berbagai fasilitas umum. Tindakan kerusuhan suporter ini semakin anarkis ketika terjadi gesekan antara dua kelompok suporter, meskipun misi perdamaian sudah dilakukan banyak kelompok suporter di Indonesia. Inilah yang merusak kaidah Pancasila khususnya sila ke-3 yaitu “Persatuan Indonesia”.

D.        PENGARUH KONFLIK SUPPORTER THE JAK VS VIKING
Atas konflik yang berkepanjangan antara dua supporter basis terbesar di sepak bola Indonesia ini membuat ketidak nyamanan masyarakat umum, untuk warga Jakarta yang ada di Bandung atau pun warga Bandung yang ada di Jakarta, sebagai contoh saat tim Persija Jakarta menang atas Persib Bandung di Stadion Jalak Harupat Bandung,para supporter Persib yaitu Viking langsung mencari kendaraan bermotor yang berplat nomor B lalu mereka melampiasi kekecewaan mereka dengan merusaknya,hal yang sama terjadi di Jakarta apa bila sedang ada pertandingan Persija kontra Persib di stadion Gelora Bungkarno, pasti kendaraan yang berplat D dilarang masuk dikawasan GBK , dan apa lagi bila dua tim bertemu dalam satu stadion tensi panas pun bermunculan dari bangku penonton atau pun didalam lapangan, makanya sering jatuh korban supporter entah dari The Jakmania atau Viking,didalam stadion ataupun diluar stadion. Disini pemerintah dan PSSI sekalu federasi sepak bola tertinggi di Indonesia harus berperan aktif dalam menyatukan supporter – supporter yang mangalami konflik seperti ini, karena dapat merusak persatuan dan kesatuan untuk semua warga Negara Indonesia.








BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
            Pengaruh dari komflik supporter ini memang sangat bahaya untuk masa depan generasi generasi mkedepannya, memang perseturuan antar supporter memang tidak bisa hilling meski kadang sudah ada kata sepakat antar dua kubu yang bertikai. Memang Fanatisme takkan pernah Mati meski banyak yang Mati karena Fanatisme.

B.    SARAN – SARAN
Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu :
1.      Peran dari manajemen klub untuk lebih mendewasakan supporternya biar lebih sopan dan menghargai supporter lawan.
2.      Peran dari pihak berwajib juga harus lebih tegas dalam mengkawal suatu pertandingan di dalam stadion maupun diluar stadion.
3.      Dari pihak PSSI selaku federasi tertinggi di sepak bola Indonesia harus lebih tegas dalam menjatuhkan sangsi kepada para supporter yang nakal.
4.      Dan dari para supporternya sendiri harus lebih dewasa dan menghargai supporter lawan, entah di dalam stadion atau pun  di luar stadion.

www.jakmania.org/ terakhir di akses 23 Desember 2012, jam 05.45

http://persijajakarta.net/ terakhir di akses 23 Desember 2012, jam 08.45
www.persib.co.id/  terakhir di akses 23 Desember 2012, jam 10.45
www.persijanews.com/ terakhir di akses 23 Desember 2012, jam 13.45
www.vikingpersib.com terakhir di akses 23 Desember 2012, jam 16.45
www.simamaung.com/ terakhir di akses 23 Desember 2012, jam 20.45

chat room blog


ShoutMix chat widget